..since I’m not your everything, how about I’ll be nothing, NOTHING at all to you…
January 4th, 2007 by hanya-marcoSelamat datang di dunia nyata, dimana nasib sial tidak pernah peduli dengan kondisi hati Anda. Begitu pula sebaliknya.
2 Januari 2007.
Apes kehilangan ponsel yang belum lunas cicilannya. One great way to start a new year. Dialed a number. Blablablu.
Berharap seseorang di ujung sana bisa sedikit menenangkan hati saya.
Tet tet tet tet tot tot tot tot tit tit tit
[Halo?]
Suara yang mengangkat di sana konsentrasinya sedang terpecah.
[Lagi telpon ya?]
[...iya]
[Ya udah nanti ditelpon lagi...]
Klik.
Buka Friendster. Berharap ada hiburan berupa testimonial tolol dari orang-orang yang ada di daftar temen saya.
Recent Updates :
Blablablu – updated her profile, added new friend(s), last updated 1/2/2007
Oh. Ternyata dia baru update profil.
Klik : Blablablu
Loading Page :
Blablablu. Female, 22, In A Relationship.
Close Page.
Hmm…
…
Tet tet tet tet tot tot tot tot tit tit tit
[Hepi Nu Yiiiiiiiiiiirrr!!!]
[Lho kok lagi?
Kan waktu itu jam 12 udah…]
[Oh udah ya?]
[Ye gimana sih? Kan aku telpon]
[Tapi gapapa dong kalo lagi?]
…
[Cieee...jadi udah pacaran niiiih?]
[Maksudnya?]
[Ini ’in a relationship’]
Reflek, jari telunjuk dan jari tengah tangan kanan mendadak akrab; saling berangkulan satu sama lain.
[Oh...udah baca ya?]
JEGER!
…
[Iya]
Pelan-pelan jari telunjuk dan tengah musuhan lagi; kembali ke kodratnya di posisi masing-masing
[Cieee..jadi siapa?]
’Cie’ paling dipaksakan yang pernah keluar dari mulut.
[Ya itu]
[Siapa? Julian?]
[...iya]
…
[Oh... Kapan?]
[Pas jam 12 tahun baru]
[Oh...]
…
[Selamat yaaa]
…
[Maafin aku ya Kak]
[Kenapa juga mesti minta maaf? Nggak apa-apa kaleee...]
Dosa pertama di 2007.
…
Percakapan selanjutnya tidak menjadi penting.
Sudah tidak bisa konsentrasi, tepatnya. Karena saat itu Badai Isobel lagi mampir ke bilik kantor saya. Yang saya ingat, saya menutup pembicaraan dengan ’sampai ketemu lagi’, bukan ’daah’ seperti biasanya.
Tangan yang tadi memegang telepon sekarang memutar-mutar kontrol iPod.
Music,
Artist,
Samsons,
Bukan Diriku.
Play
Setelah kupahami, ku bukan yang terbaik yang ada di hatimu
Tak dapat kusangsikan, ternyata dirinya lah yang mengerti kamu
Bukanlah diriku
Kini maafkanlah aku, bila ku menjadi bisu kepada dirimu
Bukan santunku terbungkam, hanya hatiku berbatas, tuk mengerti kamu
Maafkanlah aku
Walau ku masih mencintaimu, ku harus meninggalkanmu, ku harus melupakanmu
Meski hatiku menyayangimu, nurani membutuhkanmu
Ku harus merelakanmu
Dan hanyalah dirimu yang mampu memahamiku, yang dapat mengerti aku
Ternyata dirinya lah, yang sanggup menyanjungmu, yang lama menyentuhmu
Bukanlah diriku