Archive for September, 2006

I waited, and it all ends up with a big zero

Thursday, September 28th, 2006

It’s been a while since my last post here. 

Nggak tau kenapa setiap melewati momen-momen menyebalkan di hidup, pasti larinya nulis di sini, bukan di blog umum yang biasanya.  Mungkin itu sebabnya akhirnya blog yang di sini kesannya gelap dan depresif, soalnya isinya keluhan semua.  Hell.  Get ready for more, papa’s coming!

Well this time, the mood is not better than any other previous posts.  Mungkin yang sekarang lebih ‘gelap’, mengingat waktu dan tenaga yang dihabiskan lebih dari 6 bulan, and it all ends up with a big zero. I waited. I surely did.  Dan selama itu pula saya menutup telinga saya dari nasehat teman-teman terdekat saya.  Mau dibilang bego sama orang-orang, mau dibilang tolol buang waktu buat hal yang nggak jelas, terserah. I have faith on this one.  Well, I guess I thought I did.  But I was wrong. Eventually I get nothing.  Yang ada cuman capek.  Exhausted, body and soul.

Biasanya kalau udah begini, setiap denger lagu tertentu saya melewati sindrom yang lazim terjadi di orang lain : "Ih lagu ini gue banget!!!" Agak amit-amit sih sebenernya, but it happens.  So, no further explanation, enjoy the current playlist on my iPod.

Bagaimana mestinya, membuatmu jatuh hati kepadaku
T’lah kutuliskan sejuta puisi, meyakinkanmu membalas cintaku

Haruskah ku mati karenamu, terkubur dalam kesedihan sepanjang waktu
Haruskah kurelakan hidupku, hanya demi cinta yg mungkin bisa membunuhku Hentikan denyut nadi jantungku, tanpa kau tau betapa suci hatiku, untuk memilikimu

Adakah keikhlasan, dalam palung jiwamu mengetukku
Ajarkanmu bahasa perasaan, hingga hatimu tak lagi membeku 

Haruskah ku mati karenamu, terkubur dalam kesedihan sepanjang waktu
Haruskah kurelakan hidupku, hanya demi cinta yg mungkin bisa membunuhku Hentikan denyut nadi jantungku, tanpa kau tau betapa suci hatiku, untuk memilikimu

Tiadakah ruang di hatimu untukku, yang mungkin bisa ‘tuk kusinggahi
Hanya sekedar penyejuk disaat ku layu
Ku t’lah menantimu hingga akhir masa

[Ada Band - Haruskah Ku Mati]

Sing it for me.